Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 19 Agustus 2022

Setelah 3 Tahun Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah berlangsung 3 tahun. Protokol kesehatan harus jadi budaya.

PANDEMI Covid-19 telah mengubah kebiasaan tiap orang. Kini kita terbiasa memakai masker di ruang publik, lebih peduli pada kebersihan, dan jadi terbiasa bekerja jarak jauh. Tiga kali gelombang varian Covid-19, dari delta hingga omicron, tanda-tanda endemi atau hidup bersama virus belum menjadi keputusan resmi pemerintah.

Wiku Adisasmito, anggota tim pakar dan juru bicara pemerintah penanganan Covid-19, mengatakan jumlah kasus positif Covid harian menurun sejak 2021 sebesar 53%. Dari 11.287 kasus menjadi 5.253 kasus pada 2022.

Seiring infeksi yang menurun setelah program vaksinasi massal dimulai, kasus kematian Covid-19 pun menurun sebesar 91% dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu kematian mencapai 220 per hari. Tahun ini sebanyak 19 kematian harian.

Jumlah kasus aktif juga turun dari 358.357 kasus pada 2021 menjadi 53.132 kasus pada 2022. Dengan demikian jumlah okupansi tempat tidur ruang perawatan dan rumah sakit di tingkat nasional juga ikut menurun dari 39,63% pada tahun 2021 menjadi hanya 6,44% pada tahun 2022.

“Angka itu menggambarkan bahwa tingkat kesembuhan juga ikut meningkat dua kali lipat dari 3,5 juta jiwa menjadi 6 juta jiwa,” ujar Wiku dalam rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Vaksinasi juga naik. Tahun 2021 cakupan dosis satu hanya 26,4% dan dosis kedua sebesar 14%. Pada 2022 ini dosis satu telah naik menjadi 86,52% dan dosis kedua sebesar 72,608% 

Menurut Wiku, vaksin booster atau vaksin penguat tahun 2022 telah mencakup 25,1% populasi.

Agar infeksi Covid-19 tetap terkendali, Wiku menyarankan agar masyarakat tetap memakai masker dengan benar, seiring cakupan vaksinasi yang diperluas.

“Indonesia masih belum sepenuhnya pulih dari Covid-19 sehingga diperlukan safety net berupa kehati-hatian dan kewaspadaan di tengah aktivitas sosial ekonomi yang terus berjalan dan secara alamiah mampu meningkatkan peluang penularan jika berjalan tanpa pengawasan,” kata Wiku.

Agar Covid-19 menjadi endemi, kata Wiku, harus ada upaya mengelola risiko penularan. Tujuannya adalah untuk mempertebal lapisan proteksi dari berbagai ancaman penularan. Hal itu karena karakter virus Covid-19 semakin kompleks karena terus berubah.

Dengan begitu endemi belum menjadi ketetapan pemerintah setelah 3 tahun pandemi Covid-19. Endemi adalah keadaan ketika kegiatan masyarakat menjadi normal tanpa kehilangan kewaspadaan terhadap infeksi. Caranya dengan mematuhi protokol kesehatan: memakai masker, menjaga kesehatan dan kebersihan, menjaga jarak.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University

Bagikan

Komentar



Artikel Lain