Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|17 Mei 2022

Fenomena Sinkhole Raksasa di Cina

Orang Cina menyebut sinkhole sebagai lubang firdaus. Ada hutan lebat di lubang raksasa bawah tanah ini.

SINKHOLE raksasa kembali ditemukan di Cina awal Mei ini. Tepatnya di daerah otonomi Guangxi Zhuang, dekat desa Ping’e di daerah Leye. Lubang raksasa sedalam 193 meter ini memiliki panjang dasar 306 meter dan lebarnya 150 meter.

Sinkhole bukan hal yang baru di Cina bagian selatan. Di wilayah ini ada pegunungan karst terluas di dunia yang membentang di empat provinsi: Chongqing, Guangxi, Guizhou, dan Yunnan. Puluhan lubang raksasa ditemukan sepanjang tahun di empat provinsi ini. Kawasan karst ini masuk dalam kategori Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2007.

Temuan ini langsung viral. Sebab di dasar sinkhole yang ditemukan Mei lalu ada hutan purba dengan semak belukar yang lebat hingga setinggi bahu. Ada juga pohon-pohon kuno yang tingginya hampir mencapai 40 meter. Bagaimana ini bisa terjadi?

Fenomena sinkhole sebenarnya kerap terjadi di seluruh bagian dunia. Khusus untuk Cina, sinkhole raksasa yang ada di kawasan karst Cina Selatan memang terbilang unik dan menarik untuk dijadikan penelitian.

Pada dasarnya, jenis sinkhole yang paling umum ada dua: runtuhan dan amblesan. Sinkhole runtuhan ini muncul ketika ada rongga di batuan dasar di bawah permukaan karst. Rongga ini terbentuk ketika air hujan yang sedikit asam mengambil mengambil karbon dioksida saat mengalir melalui tanah, menjadikannya lebih asam.

Air hujan yang menetes kemudian mengalir deras melalui celah-celah di batuan dasar, perlahan-lahan melebarkannya menjadi terowongan dan rongga. Seiring waktu, jika ruang gua menjadi cukup besar, atapnya tidak lagi tertopang sehingga bisa runtuh dan membuka lubang besar. Ini yang terjadi di Cina.

Sementara amblesan terjadi ketika sedimen di atas permukaan perlahan menetes ke dalam rongga kecil sampai depresi atau lubang amblesan terbentuk. Ini banyak terjadi di Florida. Kawasan Karst di Gunung Kidul Jawa Tengah juga pernah ambles seperti ini pada 2020.

Terbentuknya sinkhole berhubungan dengan ketersediaan air tanah dan kondisi akuifer di kawasan karst. Livescience melaporkan sinkhole adalah jalan menuju ke akuifer, atau simpanan air bawah tanah yang dalam. Akuifer karst menyediakan satu-satunya sumber air utama bagi 700 juta orang di bumi. Tapi mereka mudah diakses dan dikeringkan—atau tercemar.

Di Florida, Amerika Serikat, banyaknya kasus sinkhole ternyata berhubungan dengan cadangan air bawah tanah. Penelitian yang dilakukan Yan Meng dan Long Jia (2018) menemukan hubungan antara kuantitas terjadinya sinkhole dengan kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global. Penelitian itu menyimpulkan bila periode kekeringan diramalkan, kuantitas sinkhole dapat diramalkan termasuk daerah-daerah yang diprediksi akan memiliki lubang besar di bawah tanah ini.

Bagaimana hutan dan belukar terbentuk di sinkhole? Bisa jadi hutan tumbuh akibat spora yang dibawa oleh kelelawar ketika sinkhole tersebut masih berupa rongga dan membentuk gua. Di sekeliling dinding sinkhole juga ditemukan tiga pintu masuk gua yang kemungkinan merupakan bagian dari jaringan gua yang sebagian di antaranya terhubung satu sama lain.

George Veni, ahli gua internasional, menyebutkan bahwa sebuah gua di Texas barat pernah ditemukan dengan semak tropis tumbuh subur. Kelelawar keluar masuk gua tersebut ketika bermigrasi ke selatan Amerika.

Para peneliti masih menelisik asal muasal hutan di dasar sinkhole raksasa. Para peneliti yang sudah mencapai dasar sinkhole menyebutkan bahwa tanaman yang tumbuh terlihat berbeda dan mereka merasa seperti ada di dunia lain. Agaknya hal ini sudah lama diketahui, sebab orang-orang Cina menyebut sinkhole dengan sebutan “Tiankeng,” yang bermakna lubang firdaus.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Penulis lepas

Bagikan

Komentar



Artikel Lain