Untuk bumi yang lestari

Seorang anak melepas ayahnya melaut pada pagi buta pertengahan 2020. Jumlah nelayan tradisional kini tinggal 2,2 juta, menyusut hampir setengah juta selama tiga tahun. Pelegalan kembali alat tangkap masif sepeti cantrang oleh industri besar membuat nelayan tradisional tersisih. Tak adanya pembagian wilayah tangkap antara industri besar dan tradisional juga mendorong konflik pemanfaatan sumber daya perairan Indonesia. (Foto: Asep Ayat/FD)

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University

Topik :

Translated by  

Bagikan

Terpopuler

Komentar



Artikel Lain