Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|05 Februari 2022

Menanam Pohon Menyelamatkan Salmon

Suhu yang terus menghangat mengancam kehidupan salmon liar. Mitigasinya menanam satu juta pohon.

SUHU bumi yang menghangat tak hanya dirasakan dan berdampak bagi kehidupan di daratan, juga di laut dan sungai. Di Skotlandia, menghangatnya air di sungai-sungai terpencil dan hulu mengancam keberlanjutan kehidupan ikan salmon liar.

Para ilmuwan perikanan menemukan temperatur sungai-sungai sudah terlalu hangat bagi salmon liar Atlantik, terutama di musim panas. Akibatnya ketika salmon-salmon menuju hulu untuk bertelur, semakin sedikit yang bisa bertahan.

Sungai Dee di Aberdeenshire, wilayah yang dikenal sebagai sungai pemancingan salmon terkena dampaknya. Jumlah salmon terus turun. Sejak puncaknya pada 1957, penurunan jumlah salmon yang terjadi sebesar 80%. Agar tak memburuk kini sepanjang sungai ditanami sekitar 250 ribu pohon.

Rencananya hingga 2035, pemerintah lokal hendak menanam satu juta pohon di sepanjang sungai. Penanaman pohon yang masif diyakini bisa menurunkan suhu sungai. Jenis pohon lokal yang ditanam beragam, seperti rowan, aspen, pinus Scots, birch, willow, hawthorn dan juniper. 

Tanda bahaya menurunnya salmon sudah terlihat pada 2018. Ketika itu Skotlandia mencatat titik terendah penangkapan salmon. Saat itu musim panas. Suhu air di sungai naik hingga 230 Celsius, suhu yang sangat tinggi bagi salmon hingga membuat stres dan mengubah perilaku mereka.

Salmon Atlantik adalah spesies air dingin. Mereka hidup di suhu yang tak melebihi 10. Ketika suhu naik hingga 33C mereka tidak selamat. Para ilmuwan menemukan hanya 35% wilayah aliran sungai yang tertutup pohon.

Menurut Lorraine Hawkins, Direktur Perikanan Distrik Dee hal tersebut membuat air sungai semakin panas. Tempat salmon berkembang biak menjadi seperti terbakar pada musim panas. Dampaknya jumlah yang menetas dan tumbuh berkurang. "Jika makin panas, kita akan melihat ikan-ikan mati," katanya seperti dikutip Guardian, Rabu 2 Februari 2022.

Program menaman pohon di daerah aliran sungai kemudian dilakukan di penjuru Skotlandia. Sebagian besar juga diberi pagar agar anak salmon tidak dimakan rusa. Hawkins mengatakan program ini akan menjaga kelestarian dan keragaman hayati di daerah aliran sungai.

Direktur Manajemen Perikanan Skotlandia, Allan Wells mengatakan suhu akan terus meningkat, sesuai prediksi iklim global, meski pemerintah bisa mencegah kenaikan suhu tak lebih dari 1,5C.

"Kita dalam situasi kritis, salmon-salmon menghadapi suhu yang tidak bisa mereka toleransi," kata Wells. "Ini bisa makin buruk, kita perlu menanam pohon sekarang lebih banyak agar lebih teduh."

Penurunan salmon liar secara dramatis disebabkan berbagai faktor, antara lain perubahan iklim yang menyusutkan pakan salmon, kerusakan sungai, populasi anjing laut sebagai predator yang meningkat dan kualitas air sungai yang memburuk.

Adapun suhu global yang terus menghangat sulit dihindari, kecuali semua mitigasi dilaksanakan secara serius. Yang bisa dilakukan sekarang menanam pohon sebanyak-banyaknya untuk menyelamatkan salmon.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Penggerak @sustainableathome

Bagikan

Komentar



Artikel Lain