Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru|10 November 2021

Solusi Kecil Vinisha Umashankar Mencegah Krisis Iklim

Pidato Vinisha Umashankar di COP26 banjir pujian. Media menyebutnya Greta Thunberg dari India.

SEBAGAI remaja yang peduli krisis iklim, Vinisha Umashankar tak hanya merutuk, frustrasi, dan marah. Gadis 15 tahun dari Tamil Nadu, India, ini memilih melakukan langkah nyata: menyediakan kebutuhan orang desanya dengan energi bersih.

"Kita berhak marah, tapi saya tak punya waktu untuk itu," kata Vinisha di COP26, Glasgow, Skotlandia. "Saya ingin beraksi. Saya bukan hanya gadis dari India, saya anak perempuan yang tinggal di bumi."

Vinisha membuat setrika dengan tenaga dari energi matahari (solar). Setrika buatannya dipakai oleh para penyetrika keliling di India. Atas upayanya, Vinisha mendapat penghargaan dari Swedia, Children Climate Prize sebagai inovator muda.

Ide Vinisha bermula ketika dia sering menemani ibunya membawa cucian untuk disetrika oleh penyetrika keliling. Penyetrika langganannya menggunakan arang yang menghasilkan asap tebal. Residu arang ini bertebaran. Bahkan sering dibuang di pinggir jalan.

Vinisha mulai mengamati dan menghitung, penyetrika keliling di Tiruvannamalai, kota tempat tinggalnya saja ada enam. Dia lalu berpikir ini terjadi di seluruh India. Tiap hari batu bara menghasilkan polusi, emisi karbon yang menyebabkan perubahan iklim.

Pada usia 12 tahun, Vinisha mulai mendesain solar panel sebagai sumber tenaga setrika. Dia belajar dari buku-buku di universitas bagaimana panel solar bekerja.

Setelah konsepnya jadi, Vinisha lalu mendaftarkan inovasinya ke Yayasan Inovasi Nasional yang dikelola pemerintah India. Dengan bantuan para ilmuwan, lahir: Iron-Max.

Iron-Max adalah gerobak setrika keliling bercat biru yang ditenagai oleh panel solar. Gerobak ini dilengkapi sepeda, hingga para penyetrika keliling bisa bergerak dengan mudah di lingkungan tempat tinggal.

Lima jam sinar matahari cukup untuk mengoperasikan setrika selama enam jam. Gerobak juga dilengkapi baterai yang menyimpan energi bila hari-hari mendung.

Yang menariknya juga, di gerobak ini ada semacan stasiun pengisian batere telepon seluler. Bila ada pelanggan butuh, dia bisa mencas telepon dan membayarnya. Ini menjadi penghasilan sampingan bagi penyetrika keliling.

Setrika solar bukan satu-satunya inovasi Vinisha, dia juga menciptakan kipas angin pintar. Kipas yang bisa beroperasi sendiri berdasarkan sensor gerak. Dia mendapatkan penghargaan untuk desain ini pada 2019.

Kini, Vinisha menjadi sorotan dunia setelah dia berbicara 5 menit di konferensi iklim COP26 di Glasgow, Skotlandia. Tampil satu panggung dengan Pangeran William, Vinisha meminta para pemimpin dunia untuk setop omong kosong dan mulai beraksi.

"Kalian yang menentukan apakah kami punya kesempatan untuk hidup di bumi yang layak huni atau tidak," kata Vinisha. Dia mengingatkan aksi yang dilakukan saat ini akan mempengaruhi generasinya kelak.

Sepertinya Vinisha akan menjadi ikon baru dari kampanye krisis iklim. Media menyebutnya Greta Thunberg dari India.

Konglomerat India Anand Mahindra yang dikenal sebagai fan Greta Thunberg membagikan video Vinisha. Mahindra juga memuji Vinisha. "Brilian," ujarnya. Menurut Mahindra, Vinisha memiliki potensi untuk didengar audiens yang lebih luas. 

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.


Penggerak @sustainableathome

Bagikan

Komentar

Artikel Lain