Untuk bumi yang lestari

Kabar Baru| 22 April 2022

Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute Mendorong Inklusi Digital bagi Perempuan Pengusaha Kecil dan Menengah

Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute Mendorong Inklusi Digital bagi Perempuan Pengusaha Kecil dan Menengah melalui Webinar Nasional

Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute Mendorong Inklusi Digital bagi Perempuan Pengusaha Kecil dan Menengah melalui Webinar Nasional

Program Akses Digital Pemerintah Inggris bersama dengan BRI Research Institute mengadakan webinar nasional pada tanggal 14 November 2023, dengan fokus pada tema "Mendorong Inklusi Digital dan Peran Perempuan Pengusaha dalam Ekonomi Digital." Webinar ini mempublikasikan hasil penelitian mengenai indeks digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Pada acara ini juga diumumkan dua provinsi yang akan mendapatkan program pemberdayaan khusus untuk pengusaha perempuan berupa pelatihan dalam bidang literasi digital dan keuangan. Adapun dua provinsi tersebut adalah Lampung dan Jawa Barat.

Webinar nasional ini dilaksanakan baik secara tatap muka di Hotel Ashley Tanah Abang maupun secara daring. Acara ini dihadiri Wakil Duta Besar Kedutaan Inggris, Matthew Downing, Perwailan Kementerian Koperasi dan UKM, Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari serta Direktur Utama BRI Research Institute, Anton Hendranata. Acara ini juga mengundang organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan lembaga lain yang fokus pada pengembangan UKM dan ekonomi digital. 

Penelitian mengenai indeks digitalisasi UKM telah dilakukan pada bulan Oktober 2023 melalui survei daring kepada 3500 responden. Penelitian ini dirancang untuk mengukur tingkat digitalisasi UMKM dengan menggunakan tujuh indikator seperti Infrastruktur Digital, Kepemilikan Alat, Pengetahuan Digital, Pemanfaatan Layanan Digital, Kepercayaan terhadap Layanan Digital, Kesesuaian Antara Kebutuhan dengan Isi Layanan Digital, dan Kepuasan serta Pemahaman terhadap Regulasi. Hasil penelitian ini adalah dasar bagi program pemberdayaan percepatan digital, khususnya bagi perempuan pengusaha dalam segmen ultra-mikro dan mikro.

Berdasarkan hasil indeks digitalisasi, dua provinsi dipilih sebagai wilayah target program pemberdayaan komunitas digital dan keuangan, dengan melibatkan 500 UMKM perempuan. Pemilihan provinsi ini didasarkan pada peringkat mereka dalam Indeks Digitalisasi UKM, satu provinsi memiliki peringkat lebih tinggi daripada indeks rata-rata nasional, sedangkan provinsi lainnya memiliki peringkat lebih rendah daripada indeks rata-rata nasional. Pemilihan lokasi ini dilakukan untuk membandingkan hasil pemberdayaan digital di lokasi dengan kondisi skor indeks yang berbeda. Pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan menciptakan peluang bagi peserta untuk mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan pendapatan, dan mengelola keuangan mereka.

Menteri Penasihat Pembangunan Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Amanda McLoughlin, mengatakan:

"Program Akses Digital Pemerintah Inggris mengakui adanya peran penting yang dari akses digital dan literasi digital dalam memberdayakan bisnis yang dimiliki oleh perempuan, dan indeks digitalisasi untuk UMKM adalah tools yang penting bagi kami untuk memahami dimana celah dalam ekonomi digital dan intervensi apa yang dapat mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Saya berharap dapat terus terlibat dalam area pengembangan yang kritis ini saat kami memperkuat kerjasama kami dengan Indonesia untuk masa depan yang lebih didukung oleh teknologi digital."

Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Supari, mengatakan:

“UMKM khususnya Segmen Mikro dan Ultra Mikro berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sejalan dengan Visi Indonesia Emas. Tujuan besar ini dapat direalisasikan melalui pemberdayaan dan optimalisasi potensi bonus demografi, peningkatan jumlah penduduk perempuan, peningkatan porsi pelaku usaha Mikro & Ultra Mikro, dan dengan didukung oleh peningkatan ekonomi digital terutama di segmen pelaku usaha Mikro & Ultra Mikro”

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum.

Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan.

Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp 50.000.




Redaksi

Topik :

Bagikan

Komentar



Artikel Lain